“Kelor” Jadi Terobosan Inovatif Majukan Olahraga MBD

banner 468x60

Lenteranusantara.Co.Id, Moa – Memiliki potensi dan sumber daya manusia di bidang olahraga namun minim prestasi, menjadi tantangan melalukan inovasi dan kreatifitas pengembangan pendidikan keolahragaan di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Gelisah dengan tantangan tersebut Paulina Penina Manaha, Kepala Bidang Keolahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Maluku Barat Daya melakukan terobosan inovatif melalui Proyek Perubahan (Proper) dengan judul Kelas Olahraga atau KELOR, sebagai Aksi Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan XIV, Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Maluku.

Kepada lenteranusantara.Co.Id, Selasa (9/9), Manaha  mengatakan, Program KELOR juga sebagai inovasi daerah yang mampu memajukan olahraga di Kabupaten Maluku Barat Daya sejak dini.

“Kelas ini dirancang sebagai program pendidikan terpadu yang menyelaraskan pembinaan olahraga prestasi dengan kurikulum pendidikan umum. Inisiatif ini menjadi strategi penting dalam menyiapkan generasi atlet yang cerdas, tangguh, dan siap bersaing dalam kompetisi olahraga di berbagai tingkatan,” papar Manaha.

Inovasi ini dilakukan sebagai langkah strategis menjawab realitas keolahragaan di Kabupaten MBD.  Sebagai pejabat structural, katanya, tugas pokok dan fungsi yang diemban mencakup perumusan kebijakan, koordinasi program, pelaksanaan pembinaan, serta evaluasi terhadap pengembangan olahraga secara menyeluruh di wilayah kabupaten.

“Jabatan ini memiliki peran strategis dalam menjabarkan arah kebijakan nasional maupun daerah di bidang keolahragaan menjadi program yang nyata, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan prestasi olahraga serta pembangunan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan kompetitif,” katanya.

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, lanjut Manaha, ditemukan sejumlah tantangan mendasar di lapangan, terutama terkait minimnya sistem pembinaan atlet muda secara terstruktur dan berkelanjutan di tingkat pendidikan. Meskipun minat dan potensi peserta didik terhadap olahraga cukup tinggi, belum tersedia model yang mampu menjembatani antara kegiatan belajar mengajar dengan program pembinaan atletik yang profesional. Akibatnya, banyak talenta muda yang tidak berkembang optimal atau bahkan kehilangan kesempatan untuk dibina menjadi atlet unggulan daerah.

“Fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa minat dan bakat olahraga anak-anak usia sekolah sering kali terhenti di tengah jalan karena tidak adanya wadah khusus yang mampu menyeimbangkan pengembangan akademik dan atletik secara bersamaan. Padahal, dengan dukungan dan pembinaan yang tepat, siswa berbakat dalam bidang olahraga dapat berkembang menjadi atlet profesional yang berprestasi, bahkan menjadi kebanggaan daerah maupun nasional,” tandasnya.

Manaha menjelaskan, Pemerintah Republik Indonesia berkomitmen dalam pengembangan dunia olahraga melalui berbagai kebijakan dan program strategis, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, dan PERDA Kabupaten Maluku Barat Daya no 11 tahun 2024 tentang penyelenggara keolahragaan yang menegaskan pentingnya pembinaan olahraga sejak usia dini secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan amanat tersebut, pembinaan dan pengembangan olahraga harus dilakukan secara inklusif dan merata hingga ke daerah, termasuk di Kabupaten MBD. Beberapa cabang olahraga seperti atletik, sepak bola, dan bola voli telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Maluku dan menunjukkan potensi besar jika dibina secara sistematis.

Kabupaten MBD sebagai wilayah kepulauan yang memiliki keragaman etnis dan budaya, menyimpan potensi atletik luar biasa, terutama dari kalangan generasi muda. Sayangnya, potensi tersebut belum sepenuhnya terakomodasi secara optimal karena keterbatasan sarana, akses terhadap pelatih profesional, dan minimnya integrasi antara dunia pendidikan dan pembinaan olahraga. Padahal dalam Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), ditegaskan pentingnya membangun ekosistem pembinaan atlet sejak dini melalui satuan pendidikan sebagai pusat pengembangan talenta olahraga.

Karena itu, Kelas Olahraga atau KELOR diharapkan menjadi salah satu strategi pengembangan Pendidikan olahraga sejak dini yang dapat dikembangkan sebagai model Pendidikan dan pembinaan olahraga. Semoga bebagai upaya dan dukungan yang diberikan, baik pemerintah tetapi juga stakeholder olahraga dan seluruh masyarakat dapat membantu pengembangan potensi olahraga di kabupaten MBD,” harapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya, Senin (8/9) Bupati Benyamin Thomas Noach  telah menandatangani proper tersebut dan telah dilakukan pencanangan “KELOR” sebagai solusi peningkatan prestasi olahraga di bumi Kalwedo, Selasa (9/9) di halaman Kantor Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya, oleh Pejabat Sekretaris Daerah, Daud Reimialy. (LN-01)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *