Lentera Nusantara.Co.Id, Ambon – Tim Investigasi DPD Partai NasDem Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) bersama pengurus DPD melakukan pertemuan dengan Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) di Ruang Rapat MPH Sinode GPM, Ambon, Jumat (3/7).
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut atas laporan dugaan pencemaran nama baik terhadap Sinode GPM yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya dari Partai NasDem, Korneles Tuamain.
Rombongan Partai NasDem dipimpin Ketua DPD Partai NasDem MBD Winnetou Akse, didampingi Ketua Tim Investigasi sekaligus Sekretaris DPD Jefry Rehiraky, Sekretaris Tim Investigasi Simon Rumahlewang, serta Tokoh Senior Partai NasDem MBD Hermanus Lekipera.
Tim diterima langsung oleh Ketua MPH Sinode GPM bersama Sekretaris Umum, Wakil Ketua Umum, Wakil Sekretaris Umum, dan anggota MPH Sinode GPM.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta Sacharias Izack Sapulette, S.Th., M.Si menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DPW Partai NasDem Maluku, DPD Partai NasDem MBD, serta Tim Investigasi yang telah merespons secara cepat pengaduan yang disampaikan MPK Klasis LeMoLa. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya itikad baik dan komitmen organisasi dalam menyelesaikan persoalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Pada kesempatan itu, DPD Partai NasDem MBD bersama Tim Investigasi memaparkan hasil kerja tim yang telah dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas instruksi DPW Partai NasDem Maluku. Laporan hasil investigasi juga diserahkan kepada MPH Sinode GPM sebagai bentuk keterbukaan informasi sekaligus bukti bahwa DPD Partai NasDem MBD tidak berdiam diri, melainkan responsif dan bergerak cepat menindaklanjuti laporan MPK Klasis LeMoLa.
Ketua DPD Partai NasDem MBD, Winnetou Akse, juga menyampaikan permohonan maaf kepada Sinode GPM dan seluruh warga GPM, khususnya di Kabupaten Maluku Barat Daya, atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat persoalan yang melibatkan Korneles Tuamain.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Sinode GPM dan seluruh warga GPM, khususnya di Maluku Barat Daya. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui mekanisme organisasi dan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak,” ujarnya.
Ia menambahkan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Partai NasDem MBD, terutama bagi para anggota DPRD dan pejabat publik agar lebih bijaksana, berhati-hati, serta bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat di ruang publik sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan saling menghormati. Kedua belah pihak berharap komunikasi yang baik dapat terus terjalin demi menjaga keharmonisan hubungan antara Partai NasDem dan Gereja Protestan Maluku, serta terciptanya suasana yang kondusif di Kabupaten Maluku Barat Daya. (LN-01)











