Lenteranusantara.co.id, Ambon — Pemerintah Kota Ambon memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan perkotaan melalui pemanfaatan sains dan teknologi.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena saat memimpin apel pagi yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Pattimura dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pendidikan Kota Ambon, Kamis (20/8/2026).
Bodewin mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada formalitas kelembagaan, tetapi diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Kita butuh kerja bersama,” ujar Bodewin.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah. Bodewin mendorong pengembangan teknologi pengolahan sampah berskala kecil yang dapat ditempatkan di lingkungan permukiman sehingga sampah dapat ditangani sejak dari sumbernya.
“Yang kita harapkan adalah mesin pengolah sampah yang kecil saja, tetapi bisa kita kasih di RT-RT. Tujuannya supaya sampah terkelola dari sumbernya,” katanya.
Di bidang transportasi, Pemkot Ambon juga berharap dukungan FST Unpatti dalam menghadapi pertumbuhan kendaraan, termasuk rencana pelaksanaan uji emisi dan penerapan standar kendaraan.
Sementara di sektor pendidikan, kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran serta pengembangan program Ambon Smart City.
Dalam kesempatan itu, Bodewin juga mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Ambon agar memahami kebijakan secara utuh sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media digital.
“Kalau kita belum mengerti tentang kebijakan yang diambil oleh pemimpin, sebaiknya tanya dulu dalam rapat atau pertemuan. Tanya sampai tuntas,” tegasnya.
Selain kerja sama dengan Unpatti, apel tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari Perumda Tirta Yapono kepada Tim Penggerak PKK Kota Ambon untuk mendukung penanganan anak stunting.
Bodewin menyebut terdapat 271 anak yang menjadi sasaran bantuan. Setelah sebelumnya disiapkan bantuan untuk 100 anak, Perumda Tirta Yapono menambah 171 paket sembako sehingga seluruh sasaran dapat menerima bantuan.
Bodewin mengapresiasi kontribusi tersebut dan berharap Perumda Tirta Yapono terus meningkatkan pelayanan serta memperluas akses air bersih bagi masyarakat Kota Ambon. (LN-04)















