lenteranusantara.co.id, Ambon — Sebanyak 12 mahasiswa perantauan yang tergabung dalam Persekutuan Anak Negeri Makububui (PersanMa) mendapatkan pembekalan literasi keuangan dan ekonomi kreatif melalui Workshop Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar di Sekretariat PersanMa, 10 September 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) tersebut mengusung tema “Bijak Mengelola Keuangan dan Ekonomi Kreatif Mahasiswa Perantauan Persekutuan Anak Negeri Makububui.”
Workshop menghadirkan dua dosen UKIM, yakni Micrets Silaya, SE., MM dan Maya Laisila, SE., M.Si, yang memberikan materi terkait pengelolaan keuangan pribadi, pencatatan keuangan digital, ekonomi kreatif, dan kewirausahaan.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada mahasiswa perantauan agar mampu mengelola keuangan secara bijak serta memiliki keberanian dalam melihat dan menciptakan peluang ekonomi.
Pentingnya Literasi Keuangan
Materi literasi keuangan disampaikan oleh Micrets Silaya, SE., MM. Pembekalan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengambil keputusan finansial secara rasional, terutama ketika harus mengelola kebutuhan sehari-hari jauh dari keluarga.
Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga mampu menentukan pengeluaran berdasarkan skala prioritas.
Selain itu, mahasiswa diperkenalkan dengan cara menyusun anggaran bulanan berbasis prioritas serta prinsip dasar cash flow management atau pengelolaan arus kas.
Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengetahui alokasi penggunaan uang sekaligus membuat keputusan keuangan secara lebih terencana.
Praktik Pencatatan Keuangan Digital
Setelah memperoleh pemahaman dasar mengenai literasi keuangan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pencatatan keuangan digital.
Mahasiswa diperkenalkan dengan sistem pencatatan sederhana berbasis teknologi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya menggunakan Google Sheets.
Dalam sesi praktik, peserta dilatih mencatat pemasukan dan pengeluaran secara digital sehingga kondisi keuangan dapat dipantau dengan lebih mudah.
Pemanfaatan teknologi sederhana tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun kebiasaan mengelola keuangan secara tertib, transparan, dan terukur.
Kreativitas Menjadi Peluang Usaha
Sementara itu, materi Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan disampaikan oleh Maya Laisila, SE., M.Si.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa didorong untuk melihat kreativitas sebagai salah satu kekuatan dalam menciptakan peluang ekonomi. Ekonomi kreatif bertumpu pada ide, kreativitas, keterampilan, dan bakat sebagai modal utama.
Mahasiswa juga diberikan motivasi agar tidak menunggu sampai memiliki perencanaan yang sempurna untuk memulai sebuah usaha.
“Bisnis besar tidak dimulai dari rencana yang sempurna, tetapi dari langkah pertama yang berani diambil hari ini. Anda tidak perlu siap 100 persen. Anda hanya perlu mulai untuk menjadi siap.”
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam materi kewirausahaan. Kreativitas, menurut materi yang disampaikan, perlu berjalan bersama dengan jiwa kewirausahaan.
Ide kreatif tanpa keberanian untuk diwujudkan berpotensi hanya menjadi wacana. Sebaliknya, usaha tanpa kreativitas akan menghadapi tantangan untuk bertahan dan bersaing.
Bekal Menuju Kemandirian
Workshop Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan memberikan bekal aplikatif bagi mahasiswa perantauan, tidak hanya dalam mengelola keuangan pribadi, tetapi juga dalam membangun pola pikir kreatif dan kewirausahaan.
Melalui tiga materi utama yang diberikan, peserta memperoleh pemahaman mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, mengelola arus kas, melakukan pencatatan keuangan digital, hingga mengembangkan kreativitas menjadi peluang usaha.
Kegiatan yang diikuti 12 mahasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM dalam memperkuat kapasitas mahasiswa agar lebih bijak mengelola keuangan, kreatif melihat peluang, dan berani membangun kemandirian ekonomi.
















