lenteranusantara.co.id, Tiakur — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) memperingati HUT ke-81 PMI Tahun 2026 melalui ibadah syukur yang berlangsung di Markas PMI MBD, Kamis (17/9/2026).
Ibadah tersebut dihadiri Dewan Kehormatan PMI MBD, Korps Sukarela (KSR) Unit Markas, Tenaga Sukarela (TSR) Unit Markas, KSR Unit PSDKU Universitas Pattimura (Unpatti) MBD, PMI Kecamatan Moa serta relawan donor darah.
Ketua PMI Kabupaten MBD, Rommi I. Rumambi, mengatakan PMI MBD yang terbentuk sejak 2019 terus berkembang melalui dukungan berbagai unsur, mulai dari KSR Unit Markas dan KSR Unit Kampus, TSR Unit Markas, Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah hingga PMI di tingkat kecamatan.
Menurut Rommi, soliditas seluruh unsur PMI menjadi penting karena karakter geografis MBD sebagai wilayah kepulauan membutuhkan kesiapsiagaan dan solidaritas yang kuat, terutama ketika terjadi kondisi darurat.
Ia mengajak seluruh keluarga besar PMI MBD untuk terus saling menopang dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“Masih banyak hal yang perlu kita lakukan dan masih banyak tantangan yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Rommi.
Ia juga mengungkapkan PMI MBD masih membutuhkan penguatan fasilitas pendukung pelayanan darurat, di antaranya tenda, field bed, tabung oksigen dan berbagai perlengkapan lainnya.
Rommi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan relawan yang selama ini terus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
Ia sekaligus mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan Bulan Dana PMI yang saat ini berlangsung. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat pembiayaan pelayanan kemanusiaan PMI di Kabupaten MBD.
Kemanusiaan Tanpa Sekat
Sementara itu, Ketua Klasis GPM Pulau-Pulau Letti Moa Lakor sekaligus Dewan Kehormatan PMI MBD, Pdt. Daniel Zwingly Wutwensa, S.Th., dalam khotbahnya mengangkat kisah Orang Samaria yang Murah Hati sebagai refleksi bagi keluarga besar PMI.
Pdt. Daniel menekankan bahwa kepedulian terhadap sesama harus diwujudkan secara konsisten, bukan hanya ketika ada kegiatan atau ketika bantuan diminta.
Menurutnya, penderitaan orang lain tidak boleh dijadikan ruang untuk kepentingan pribadi, termasuk mengeksploitasinya melalui media sosial. Sebaliknya, penderitaan harus menjadi panggilan untuk menghadirkan pertolongan.
Pesan tersebut, katanya, sejalan dengan prinsip dasar Gerakan Palang Merah, khususnya prinsip kemanusiaan dan kesamaan.
Karena itu, PMI harus memberikan pertolongan tanpa membedakan suku, agama, hubungan kekerabatan maupun latar belakang sosial seseorang.
“Semua orang harus dilihat sama ketika membutuhkan pertolongan,” tegasnya.
Ibadah syukur HUT ke-81 PMI tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar PMI MBD untuk memperkuat kebersamaan, solidaritas dan komitmen pelayanan kemanusiaan.
Di tengah tantangan geografis dan kebutuhan penanganan keadaan darurat di wilayah kepulauan, penguatan kapasitas organisasi dan dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting agar PMI MBD semakin siap hadir bagi masyarakat yang membutuhkan. (LN-01)










