Orang Maluku yang Berjaya di Atletik Asian Games 1951–1970

Berita, Maluku, Olahraga279 Dilihat
banner 468x60

Lenteranusantara.co.id, Ambon – Cabang atletik menjadi salah satu panggung yang mencatat kiprah atlet Indonesia berdarah Maluku di ajang Asian Games. Jejak tersebut bahkan telah dimulai sejak Asian Games I di New Delhi, India, pada 1951 dan berlanjut hingga Asian Games VI di Bangkok, Thailand, pada 1970.

Pengamat olahraga Maluku, Rony Samloy, S.H., menyebut sedikitnya lima atlet nasional berdarah Maluku yang ikut menyumbangkan medali untuk Indonesia dalam rentang tersebut.

banner 970x250

“Sejak Asian Games 1951 sampai Asian Games 1970, setidaknya ada lima atlet nasional berdarah Maluku yang ikut menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia,” kata Samloy di Ambon, Rabu (30/9/2026).

Pada Asian Games I 1951 New Delhi, nama A.F. Matulessy dan Annie Salamun tercatat sebagai peraih medali perunggu. Matulessy meraih perunggu nomor lempar lembing putra, sedangkan Annie Salamun meraih perunggu lempar cakram putri.

Jejak tersebut berlanjut pada Asian Games IV 1962 Jakarta. Atlet Awang Papilaya mempersembahkan dua medali perunggu untuk Indonesia masing-masing dari nomor lompat jauh dan lompat jangkit putra. Sementara Willy Tomasoa menjadi bagian dari kuartet Soeratmi, Ernawati dan Wiewiek Machwijar yang meraih perunggu pada nomor estafet 4×100 meter putri.

Kemudian pada Asian Games VI 1970 Bangkok, nama Carolina Rieuwpassa mencatat prestasi dengan merebut dua medali perunggu, masing-masing pada nomor lari 100 meter dan 200 meter putri. Catatan hasil pertandingan menunjukkan Rieuwpassa finis ketiga pada kedua nomor tersebut.

Dengan demikian, lima nama yang disebut Samloy tersebut menyumbangkan tujuh medali perunggu bagi Indonesia pada tiga edisi Asian Games: dua medali pada 1951, tiga medali pada 1962, dan dua medali pada 1970.

Samloy menambahkan, Awang Papilaya dan Carolina Rieuwpassa menjadi dua atlet dalam daftar tersebut yang masing-masing berhasil merebut dua medali dalam satu penyelenggaraan Asian Games.

“Awang Papilaya sukses dengan dua medali pada nomor lompat, sementara Carolina Rieuwpassa dua medali dari nomor lari jarak pendek,” pungkasnya.

Catatan sejarah juga menyebut Carolina Rieuwpassa lahir di Makassar dan kemudian menjadi salah satu sprinter putri Indonesia yang tampil di Olimpiade 1972 dan 1976. (LN-04)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *