Lenteranusantara.Co.Id, Ambon – Biduk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku 2025-2030 kini oleng diterpa badai. Hantaman angin puting beliung itu menyasar konsistensi Ketua Umum KONI Maluku Muhammad Armayn Sjarif alias “Sam” Latuconsina membawa visi dan misi olahraga Maluku di babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2027 dan PON XXII 2028 Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ini misi berat, yakni mempertahankan peringkat 21 nasional di edisi PON XVII 2008, PON XVIII 2012 Kepulauan Riau, PON XIX 2016 Jawa Barat hingga PON XX 2021 Papua atau memperbaiki peringkat di PON XXI 2027 NTB-NTB setelah kabinet olahraga Maluku di bawah Murad Ismail dan Mustafa Kamal “hancur lebur” dan jatuh ke peringkat 31 (dari 38 provinsi kontestan) di PON XXI 2024 Aceh dan Sumatera Utara.
Sebab, saat ini selain menjabat Ketum KONI Maluku hasil Muswarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) 2025, Sam juga menerima jabatan sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Maluku serta Direktur PT. Maluku Energi Abadi (MEA). Sam kini lebih fokus ke mana? KONI Maluku, Kadin Maluku atau PT MEA?
Berbicara soal pembinaan dan pencapaian prestasi olahraga praktis membutuhkan konsistensi dan atensi berlebihan. Mengapa? Sebab, memperoleh seorang atlet lapis satu yang spartan dan trengginas di lapangan hijau atau karpet pertandingan relatif membutuhkan waktu lama dan titik perhatian tinggi.
Kerja ekstra full dan fokus pada tujuan. Lalu bagaimana mau fokus di KONI Maluku kalau Sam juga mencurahkan waktu, pikiran dan tenaga di Kadin Maluku dan PT MEA. Sam tak boleh membiarkan Profesor Albert Fenanlampir berjalan sendiri. Albert juga butuh topangan dalam semangat kerja dan irama kerja bersama-sama untuk satu tujuan.
Lebih elegan jika Sam memilih mundur dari dua jabatan yang ada dan hanya memilih satu atau fokus pada satu, yakni KONI Maluku, Kadin Maluku atau PT MEA? Lebih baik Sam mundur dari KONI Maluku jika tak ingin melihat prestasi olahraga Maluku porak-poranda di NTB dan NTT. Jika masih memilih KONI Maluku, Sam harus berani melepas tanggung jawab di Kadin Maluku dan PT MEA. Masih banyak orang di Maluku yang lebih layak duduk menggantikan Sam di KONI Maluku, Kadin Maluku atau PT MEA.
Sebab, pilihan bijak Sam akan memengaruhi tinggi atau terpuruknya citra Gubernur Hendrik Lewerissa di atmosfer olahraga Maluku dalam kurun 4 (empat) tahun ke depan. Jangan sampai gara-gara nilai setitik rusak susu sebelanga.
Jangan sampai kepercayaan penuh dan ekspektasi menjulang Hendrik ke Sam harus dibayar mahal dengan hancurnya armada tempur olahraga Maluku di NTB dan NTT. Quo vadis olahraga Maluku? (Rony Samloy)












