Pawai Obor Ramadan Masuk Kalender Wisata Religi Kota Ambon

Berita, Kota Ambon, Religi202 Dilihat
banner 468x60

Lenteranusatara.Co.Id, Ambon — Pawai Obor menyambut Bulan Suci Ramadan sudah menjadi tradisi umat Muslim di Kota Ambon. Tradisi ini dapat dikembangkan menjadi wisata religi atau keagamaan di Kota bertajuk Manise.

Hal ini disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena saat menghadiri Pawai Obor menyambut Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Mustaqim, Asmil Batumerah, Selasa (17/2/26).

banner 336x280

“Ini kegiatan positif. Lebih baik anak-anak kita terlibat dalam kegiatan seperti ini dari pada hal-hal negatif. Jika dikelola dengan baik, pawai obor Asmil Batumerah bisa menjadi daya tarik tersendiri setiap menyambut Ramadan. Saya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten, bahkan dikembangkan sebagai agenda tetap yang masuk dalam kalender pariwisata Kota Ambon,” harapnya.

Wattimena menilai pawai obor yang dilaksanakan hari ini sebagai simbol semangat kebersamaan dalam menyambut bulan suci. Kehadiran pemerintah dalam setiap kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan keagamaan, merupakan bentuk kebersamaan antara pemimpin dan warganya.

”Momen berdekatan antara perayaan Imlek dan datangnya bulan suci Ramadan tahun ini semakin memperkuat semangat persatuan di tengah perbedaan,” ujarnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, lanjut Wattimena, menyambut Ramadan dengan penuh sukacita, termasuk dengan memasang lampu hias di sejumlah titik. Hal tersebut menjadi wujud nyata bahwa slogan “Beta par Ambon, Ambon par samua” bukan sekadar narasi, tetapi komitmen bersama seluruh warga.

Sebelumnya, saat festival Imlek 2577 Kongsili yang digelar di Pattimura Park, Kota Ambon, Sabtu (14/2), Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa perayaan ini adalah bukti nyata dari slogan “Beta par Ambon, Ambon par Samua”. Pemerintah kota kini secara resmi memasukkan empat festival keagamaan besar Jalan Salib, Ramadan, Imlek, dan Santa Claus ke dalam kalender pariwisata tetap.

​”Kita tidak bisa hanya mengandalkan wisata alam. Atraksi budaya bernuansa religi adalah nilai tambah yang membuat orang akan selalu mengingat Ambon. Ini wujud keberpihakan pemerintah dalam memberikan akses sukacita yang sama bagi seluruh warga,” ujar Bodewin. (Tim)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *