Lenteranusantara.Co.Id, Ambon – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Maluku, John Laipeny meminta Pertamina membuka keran Pertalite atau minyak bersusidi di Kabupaten Maluku Barat Daya. Hal ini disampaikan Laipeny saat rapat bersama Pertamina di kantor DPRD Provinsi Maluku, Rabu (22/4).
”Selama ini di MBD ini sebagai penyumbang kemiskinan ektrim di Maluku, namun lucunya masyarakat MBD menimkati minyak nonsubsidi. Padahal, keran minyak subsidi bisa dinikmati daerah lain. Salah satunya di Kobi, Maluku Tengah. Karena itu, Saya minta Pertamina dapat membuka keran minyak Subsidi atau pertalite juga didistribusi ke MBD,” terang Laipeny yang berasal dari Daerah Pemilihan Kabupaten KKT dan MBD.
Anggota DPRD yang getol dengan kepentingan rakyat KKT dan MBD ini menganalogikan kondisi di MBD sebagaimana orang di Jakarta minum wine dan jhony walker tapi di MBD minum sopi justru terbalik.
”Di MBD malah disuruh minum wine dan jhony walker yang harganya mahal sementara di Jakarta minumnya sopi. Ini kan salah,” tandasnya.
Laipeny meminta pihak Pertamina untuk terbuka dan dapat menjelaskan persoalan yang terjadi sehingga di MBD tidak dapat menikmati minyak bersubsidi.
”Pertamina harus menjelasakan, kalau persoalannya di Pemerintah Daerah, maka saya akan sampaikan kepada publik juga bahwa ternyata pemerintah daerah tidak ingin masyarakat menikmati minyak bersubsidi. Tapi kalau masalahnya ada di Pertamina, maka Saya juga bisa sampaikan ke SKK Migas,” tegasnya.
Menurutnya, jika kendala terkait administrasi dari Pemerintah Daerah maka akan dikomunikasikan kepada Pemerintah Daerah.
”Di MBD sudah ada dua pemain, kalau butuh surat keterangan atau rekomendasi dari pemerintah Daerah maka bisa dikomumikasikan. Kalau masalahnya pengusaha SPBU harus penuhi adminstrasi, Pertamina bisa membantu memberikan solusi,” paparnya.
Dirinya berharap, dengan dibukanya keran minyak subsidi atau pertalite di daerah lain, juga bisa dirasakan masyarakat di MBD.
”Sudah sekian tahun masyarakat MBD menikmati minyak nonsubsidi atau pertamax dengan harga yang tinggi dibanding pertalite. Kita dipaksa minum pertamax, padahal ada pertalite yang juga bisa dirasakan masyarakat MBD. Semoga Pertamina dapat merealisasikannya,” ujarnya. (LN-01)















