Lenteranusantara.Co.Id, Ambon – Ada dugaan konspirasi kotor pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Ambon membangun drama hukum mengalihkan penahanan Imanuel Birahy, 23 tahun, narapidana kasus Pembunuhan di Hulaliu, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada akhir 2020 silam, ke Lapas Kelas III Namlea, Kabupaten Buru.
Informasi anyar yang diperoleh menyebutkan pascapenangkapan warga binaan Lapas II Ambon di kos milik Nafsah Rahawarin di bawah Jembatan Merah Putih (JMP) di kawasan Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Ambon, Kamis (27/8) siang, misteri soal sang buron dititipkan di mana setelah fragmentasi penangkapan pihak kepolisian Teluk Ambon kembali menyeruak.
Informasi yang diperoleh Lenteranusantara.co.id sebagaimana dikutip dari Referensimaluku.id dari salah satu penumpang kapal feri dari Ambon menuju Namlea, ibu kota Kabupaten Buru, Jumat (28/8) siang menyebutkan Imanuel kini dititipkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku ke Lapas Kelas III Namlea.
“Kemarin malam (Kamis, 27/8) Katong lihat petugas bawa dia dengan tangan diborgol lalu naik kapal feri ke Namlea, ” ungkap sumber yang meminta namanya tak dipublikasikan.
Sementara itu Kepala Lapas Kelas II Ambon Sumarwoto Hendra Budiman tidak berhasil dikonfirmasi mengenai pemindahan napi Imanuel Birahi dari Lapas Ambon ke Lapas Namlea.
Secara terpisah praktisi hukum Marnex Salmon mengaku heran pemindahan napi pembunuhan Imanuel Birahy ke Lapas Namlea. “Kok dikasih ke Lapas Namlea. Justru di sana lebih soe (gawat, rawan) lagi. Saya ragu Imanuel tidak melarikan diri lagi,” ucap Marnex di Ambon, Jumat (28/8).
Di bagian lain, praktisi hukum Rony Samloy menilai pemindahan lokasi penahanan baru bagi Napi Imanuel Birahy dari Lapas Ambon ke Lapas Namlea adalah bentuk pengalihan isu soal pencopotan Kalapas Ambon dan petugas jaga saat Imanuel melarikan diri. “Saya curiga ini bentuk pengalihan isu pencopotan Kalapas Ambon dan pengalihan tanggung jawab jika Imanuel kabur lagi. Bisa saja konspirasi itu diduga sengaja dibangun pihak Ditjenpas Maluku untuk tetap mempertahankan jabatan Kalapas Ambon saat ini,” tudingnya. (LN-04)










