lenteranusantara.co.id, Wetar — PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) kembali menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian lingkungan melalui kegiatan bersih pantai dan lingkungan bersama masyarakat sekolah di Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka World Cleanup Day (Hari Bersih-bersih Sedunia) tersebut melibatkan sekitar 250 siswa SMP dan SMA Lurang bersama para guru. Aksi dipusatkan di kawasan Pantai Lurang dan lingkungan permukiman desa, mulai pukul 07.30 WIT.
Kegiatan dipimpin Superintendent Community Development BKP-BTR, Merlin Jacobus.
Dalam sambutannya, Merlin mengapresiasi keterlibatan para siswa dan guru. Menurutnya, kampanye kepedulian terhadap lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, sekolah, pemerintah desa, serta generasi muda.
Ia menilai pelibatan pelajar menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah, dan membuangnya pada tempat yang tepat dinilai dapat membentuk perilaku positif dalam jangka panjang.
“Hari ini kita tidak hanya datang untuk memungut sampah. Kita hadir untuk menunjukkan bahwa menjaga kebersihan dan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan sederhana seperti memungut sampah, memilah dan mengumpulkannya pada tempat yang tepat, kita sedang melakukan sesuatu yang besar. Kita sedang membangun kepedulian, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Merlin.
Ia berharap aksi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Jadikan kegiatan ini sebagai kebiasaan. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang,” katanya.
Merlin menambahkan, konsep keberlanjutan bagi BKP-BTR tidak hanya berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga dengan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Manajemen BKP-BTR percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kita menjalankan kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat tumbuh dan berkontribusi bersama masyarakat serta menjaga lingkungan di sekitar kita,” ujarnya.
Kumpulkan 700 Kilogram Sampah
Waste Management Specialist BKP-BTR, Yugustin Posi, yang menjadi pemandu kegiatan, mengapresiasi antusiasme para siswa dan dukungan para guru.
Menurut Posi, peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Dari aksi tersebut, sekitar 700 kilogram sampah berhasil dikumpulkan.
“Saya senang sekali melihat antusiasme siswa-siswi SMP dan SMA Lurang, termasuk dukungan para guru, dalam kegiatan bersih pantai dan Kampung Lurang hari ini. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan riang, kompak, dan semangat mengumpulkan sampahnya luar biasa,” kata Posi.
Ia menegaskan, ukuran keberhasilan kegiatan bukan semata-mata dari jumlah sampah yang dikumpulkan, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu membangun kebiasaan baru di kalangan generasi muda.
“Yang paling penting, kegiatan ini bukan hanya soal membuat pantai dan kampung menjadi bersih untuk hari ini, tetapi bagaimana membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini. Semakin sering kegiatan seperti ini dilakukan, semakin terbiasa anak-anak dan masyarakat melihat kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Posi menyebut kegiatan tahun ini merupakan tahap kedua, setelah kegiatan serupa dilaksanakan pada September 2025.
“Sebanyak 250 siswa dan para guru yang terlibat dalam kegiatan ini berhasil mengumpulkan kurang lebih 700 kilogram sampah. Ini merupakan tahap kedua pelaksanaan kegiatan yang cukup baik. Sebelumnya, kegiatan serupa juga sudah pernah dilakukan pada September 2025. Semoga kegiatan ini dapat berlanjut pada tahun yang akan datang dengan semangat yang semakin besar dari anak-anak kita,” ujarnya.
Sampah Plastik Dimanfaatkan Kembali
Tidak berhenti pada aksi pengumpulan sampah, BKP-BTR juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan kembali sampah plastik yang terkumpul.
Posi menjelaskan, sebagian botol plastik yang dikumpulkan akan dimanfaatkan oleh tim Environment sebagai floating ball untuk mendukung kegiatan wastewater treatment.
“Botol-botol plastik yang terkumpul juga tidak berhenti sebagai sampah. Sebagian akan dimanfaatkan kembali oleh tim Environment sebagai floating ball untuk mendukung kegiatan wastewater treatment. Jadi ada nilai tambah yang ingin kami tunjukkan kepada anak-anak, bahwa sesuatu yang dianggap sampah masih bisa dimanfaatkan kembali,” ungkapnya.
Menurut Posi, pesan utama kegiatan tersebut adalah mendorong perubahan perilaku. Sampah yang terkumpul menjadi hasil langsung, tetapi kebiasaan menjaga lingkungan menjadi tujuan yang lebih panjang.
“Bagi kami, keberhasilan kegiatan hari ini bukan hanya berapa banyak sampah yang berhasil dikumpulkan, tetapi ketika anak-anak pulang membawa kebiasaan baru untuk menjaga kampungnya,” pungkasnya.
Kepala SMP Satap Lurang, Demianus Bakker, menyampaikan pihak sekolah sangat mengapresiasi kegiatan bersih-bersih lingkungan yang dilakukan BKP-BTR bersama siswa.
Kegiatan ini dinilai edukatif karena menanamkan tanggung jawab, disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat gotong royong sejak dini. Melalui kegiatan seperti ini dapat memperkuat sinergi antara sekolah, perusahaan, dan masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih, sehat, dan nyaman,” ujar Bakker.
Ia harapkan BKP-BTR dapat mengembangkan kegiatan ini secara berkelanjutan dan rutin, antara lain melalui; Edukasi singkat tentang pemilahan sampah dan konsep 3R sebelum kegiatan, Penyediaan tempat sampah terpilah di lingkungan sekolah, Pelaksanaan kegiatan secara berkala, misalnya setiap semester atau kuartal, Pemberian apresiasi sederhana kepada siswa yang aktif berpartisipasi, Melibatkan orang tua, komite sekolah, dan pemerintah desa agar kesadaran menjaga kebersihan dapat diterapkan hingga lingkungan rumah dan masyarakat,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ketua OSIS SMAN 16, Cindy Claudia Bakker, yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi bersih lingkungan memberikan pembelajaran nyata kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kegiatan perusahaan hari ini mengajarkan kita semua bagaimana menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan agar tetap memberikan dampak kesehatan yang baik di masa mendatang,” kata Cindy.
Melalui kegiatan tersebut, BKP-BTR berharap semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat terus tumbuh di kalangan pelajar dan masyarakat Desa Lurang. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa lingkungan yang bersih dan sehat merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan. (LN-01)













