480 Tahun Fransiskus Xaverius di Ambon: Merawat Iman, Meneguhkan Persaudaraan

banner 468x60

Lenteranusantara.Co.Id, Ambon – Peringatan 480 tahun kedatangan Santo Fransiskus Xaverius di Kota Ambon, Sabtu (14/2/2026), menjadi momentum bagi umat untuk merefleksikan kembali semangat pelayanan di Tanah Maluku. Mengusung tema “Satu Hati, Satu Semangat”, perayaan ini tak sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ajakan untuk memperkuat persaudaraan lintas generasi dan iman.

Kegiatan yang berpusat di Gedung Serbaguna Xaverius ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tenaga pendidik, siswa, hingga tokoh adat dan pimpinan daerah. Rangkaian perayaan diisi dengan ibadah syukur, pentas seni budaya, hingga pelayanan sosial yang melibatkan komunitas sekolah dan jemaat.

banner 336x280

Uskup Diosis Amboina, Inno Ngutra, menegaskan bahwa persatuan yang dicitakan tidak boleh berhenti pada slogan semata. Menurutnya, iman yang diwariskan sejak 480 tahun lalu harus termanifestasi dalam pelayanan dan kasih yang nyata kepada sesama.

“Persatuan hati tidak boleh berhenti pada perasaan. Iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegas Inno Ngutra.

Uskup juga menyinggung persiapan menuju peringatan 500 tahun pembaptisan pertama di Maluku pada tahun 2034 mendatang. Ia mengusulkan agar momentum 14 Februari dijadikan pesta iman bersama bagi umat Kristen dan Katolik di Ambon guna mengikis prasangka dan mempererat kebersamaan dalam kabar gembira.

Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, dalam sambutannya menyebutkan bahwa sejarah merupakan fondasi identitas yang memungkinkan keberadaan Ambon hingga hari ini. Ia menekankan bahwa identitas sebagai kota religius harus dibuktikan lewat kehidupan yang menghargai perbedaan.

“Tidak mungkin api Injil menyala di kota yang tidak menghargai perbedaan,” ujar Bodewin.

Bodewin juga memaparkan berbagai tantangan yang sedang dihadapi Kota Ambon, seperti perlambatan ekonomi, keterbatasan anggaran, hingga isu pengelolaan sampah dan kerukunan sosial. Menurutnya, kolaborasi masyarakat adalah kunci karena pemerintah tidak dapat berjalan sendiri menghadapi situasi global yang dinamis.

Fransiskus Xaverius tercatat tiba di Ambon pada abad ke-16 dan sempat kembali ke Hative untuk melakukan pelayanan hingga tahun 1547. Karya misinya di Maluku memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan umat Katolik, dengan catatan peningkatan jumlah umat hingga 60.000 jiwa menjelang akhir abad ke-16.

Semangat misi, pelayanan, dan kasih yang diwariskan oleh sang misionaris inilah yang kembali diteguhkan. Peringatan ini ditutup dengan harapan besar agar Ambon terus tumbuh menjadi kota yang damai, inklusif, dan harmonis di tengah keberagaman budaya serta iman. (LN-05)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *