Wali Kota : Festival Keagamaan Masuk Kalender Pariwisata Ambon

Berita, Kota Ambon, Religi110 Dilihat
banner 468x60

Lenteranusantara.Co.Id, ​Ambon – Suasana kemeriahan Imlek menyelimuti Pattimura Park, Sabtu (14/2/2026), saat Pemerintah Kota Ambon membuka Festival Imlek 2577 Kongzili. Atraksi Barongsai menjadi pembuka rangkaian acara, sekaligus menjadi pernyataan politik kebudayaan bahwa Ambon adalah rumah yang inklusif bagi seluruh warganya.

​Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa perayaan ini adalah bukti nyata dari slogan “Beta par Ambon, Ambon par Samua”. Pemerintah kota kini secara resmi memasukkan empat festival keagamaan besar Jalan Salib, Ramadan, Imlek, dan Santa Claus ke dalam kalender pariwisata tetap.

banner 336x280

​”Kita tidak bisa hanya mengandalkan wisata alam. Atraksi budaya bernuansa religi adalah nilai tambah yang membuat orang akan selalu mengingat Ambon. Ini wujud keberpihakan pemerintah dalam memberikan akses sukacita yang sama bagi seluruh warga,” ujar Bodewin.

​Festival ini juga menjadi mesin penggerak ekonomi. Ketua Panitia, Sandra Berhitu, mengungkapkan bahwa rangkaian festival serupa pada tahun sebelumnya telah memberikan dampak nyata pada angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor ekonomi kreatif Kota Ambon.

​Catatan Ekonomi Kreatif Ambon 2025 yaitu: capaian PDRB Rp158.079.673.912​, Partisipasi UMKM 84 unit usaha (representasi 17 subsektor), dan Keterlibatan Generasi Muda 66 anak dalam lomba kreatif.

​”Tujuannya jelas, membangun ekosistem ekonomi kreatif sebagaimana poin ketujuh dalam 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2025-2030,” tambah Sandra.

​Ada pemandangan berbeda pada perayaan tahun ini. Yayasan Simpati Ambon, sebagai wadah warga keturunan Tionghoa, memilih untuk meniadakan perayaan dalam bentuk pesta dan menggantinya dengan aksi sosial.

​Ketua Pembina Yayasan Simpati, Henki Tangiwili, menjelaskan bahwa mereka memilih melakukan pelayanan kasih dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga yang membutuhkan. “Kami ingin mereka merasa dipedulikan, bahwa di hari baik ini mereka tidak merasa sendiri,” ungkap Henki.

​Dalam pidatonya, Wali Kota Bodewin juga memberikan pesan mendalam mengenai terminologi sosial. Ia meminta masyarakat untuk memperkuat identitas sebagai satu kesatuan warga kota.

​”Sebutlah ‘Warga Kota Ambon keturunan Tionghoa’. Kita letakkan nama Ambon di depan. Dari situlah kita bisa menjaga semangat persaudaraan yang sejati,” pesan Bodewin.

​Meskipun festival tahun ini dibuka dengan kemeriahan Barongsai, panitia mencatat bahwa atraksi serupa sebagai penutup acara baru akan diproyeksikan kembali pada pelaksanaan tahun depan. Fokus penutupan tahun ini lebih diarahkan pada penguatan nilai-nilai kebersamaan melalui pentas seni dan hiburan rakyat. (LN-05)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *