Pemkot Ambon Gandeng INDEPP Gelar Workshop Perkuat Kapasitas BUMDes

banner 468x60

Lenteranusantara.Co.Id, Ambon, – Guna meningkatkan kapasitas pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemerintah Kota Ambon bersama INDEPP (Institute of Development Economy and Public Policy) menggelar workshop bertajuk “Business Feasibility Bootcamp untuk BUMDes”, di Hotel Pasific, Ambon, Selasa (24/2).

Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta saat membuka kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu menegaskan bahwa BUMDes merupakan badan hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bersama desa untuk mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, serta menyediakan layanan demi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021.

banner 336x280

“BUMDes bukan sekadar entitas usaha, tetapi instrumen strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa. Karena itu, membangun BUMDes membutuhkan kesiapan kelembagaan yang kuat, dasar hukum dan legalitas yang jelas, sumber daya manusia yang jujur, kompeten dan profesional, serta perencanaan usaha yang matang berbasis potensi desa. Dukungan pemerintah desa atau negeri, BPD atau Saniri, dan masyarakat juga menjadi faktor penentu keberhasilan,” tegasnya.

Dilaksanakannya workshop sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pengelola BUMDes dalam menyusun dan menganalisis kelayakan usaha secara terstruktur, profesional dan berorientasi pada keberlanjutan. Di tengah dinamika ekonomi dan persaingan yang semakin ketat, BUMDes dituntut memastikan setiap unit usaha layak secara finansial, operasional maupun pasar.

“Peserta harus memahami studi kelayakan bisnis secara menyeluruh, mulai dari analisis pasar, aspek teknis, keuangan hingga manajemen risiko. Dengan demikian, BUMDes dapat mengambil keputusan yang tepat, meminimalkan risiko kerugian dan memaksimalkan potensi desa,” jelas Wawali.

Dirinya berharap kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan penguatan jejaring antar-BUMDes maupun dengan mitra pihak ketiga.

“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci dalam memperkuat ekonomi desa,” tandasnya.

Wawali juga turut menyampaikan apresiasi kepada lembaga pengembangan ekonomi dan kebijakan publik yang telah mendukung Pemkot Ambon dalam penyelenggaraan workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut. 

Ketua Umum INDEPP (Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Kebjiakan Publik), Baretha M. Titioka mengatakan, Workshop yang menghadirkan sejumlah pembicara baik dari Indonesia maupun luar negeri itu dilaksanakan dengan harapan agar seluruh pengelola BUMDes, baik pengurus maupun Kepala Desa tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengelola bisnis secara profesional.

“BUMDes memiliki orientasi sosial dan bisnis. Karen itu, melalui workshop ini diharapkan ada peningkatan pengelolaan BUMDes untuk kesehateraan masyarakat tetapi juga untuk menambah pendapatan desa,” Titioka.

Sebab, lanjutnya, hasil riset dan pengabdian masyarakat yang dilakukan INDEPP menilai bahwa perkembangan BUMDes di Kota Ambon belum optimal.

”Dari hasil riset INDEPP, ada beberapa BUMDes yang sudah berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Namun masih banyak yang belum optimal, karena itu kita bantu fasilitasi melalui Workshop ini,” paparnya. (LN-04)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru