Lenteranusantara.Co.Id, Ambon – Pemerintah Kota Ambon Bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia di Kota Ambon menggelar sosialisasi dan edukasi peningkatan layanan transaksi nontunai, Senin (20/4) di ruang ULA Balai Kota Ambon.
Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya penggunaan sistem pembayaran digital yang aman, efisien, dan transparan. Selain itu, masyarakat juga didorong beralih dari transaksi tunai ke nontunai sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital di daerah.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengatakan pemerintah telah menetapkan tiga lokasi sebagai role model penerapan transaksi nontunai berbasis QRIS, yakni Air Salobar, Amahusu, dan kawasan Pantai Wainitu.
“Ada tiga lokasi yang kita jadikan percontohan transaksi non tunai menggunakan QRIS, yaitu Air Salobar, Amahusu, dan Wainitu,” ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya, Pemkot Ambon membuka peluang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha melalui sistem transaksi digital.
“Kami memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk berkembang melalui transaksi keuangan non tunai yang lebih aman dan praktis,” jelasnya.
Ia menambahkan, baik transaksi tunai maupun nontunai tetap dilayani, namun penggunaan sistem digital dinilai lebih memberikan kemudahan dan keamanan bagi masyarakat saat berbelanja di lokasi-lokasi tersebut.
Khusus untuk kawasan Wainitu, pemerintah menyerahkan pengelolaan kepada komunitas anak muda guna mendorong kreativitas dan membuka peluang usaha baru.
“Wainitu kita percayakan kepada anak-anak muda untuk mengembangkan potensi usaha di sana, sekaligus mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi yang ada,” tambahnya.
Pemkot berharap, pengelolaan UMKM di ketiga lokasi tersebut dapat berkembang secara optimal dan penerapan transaksi nontunai dapat berjalan lancar serta menjadi contoh bagi wilayah lainnya di Kota Ambon. (LN-04)
















