Lenteranusantara.co.id, Ambon – Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi anak usia sekolah sejak dini. Menurutnya, edukasi keuangan penting untuk membentuk karakter disiplin sekaligus mempersiapkan masa depan generasi muda.
Hal itu disampaikan Bodewin saat menghadiri program Goes to School yang digelar Bank CIMB Niaga di kompleks PDK Kota Ambon, Jalan Pattimura, Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau, Kamis (27/8).
Kegiatan tersebut melibatkan pelajar dan kepala sekolah SD Negeri 4 dan SD Negeri 65 Ambon, serta dihadiri jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku dan pimpinan OPD Pemerintah Kota Ambon.
Bodewin mengatakan, kebiasaan menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi bagian dari pembentukan karakter, terutama dalam membedakan kebutuhan dan keinginan serta merencanakan masa depan.
“Menabung adalah cara kita merancang masa depan. Jangan sampai anak-anak kita yang berprestasi terhenti pendidikannya di tengah jalan hanya karena keterbatasan biaya,” ujar Bodewin.
Pemkot Ambon mengapresiasi Bank CIMB Niaga yang turut memberikan edukasi sekaligus memfasilitasi pembukaan rekening bagi pelajar. Dalam program tersebut, setiap siswa mendapat stimulus dana tabungan awal sebesar Rp100.000.
Menurut Bodewin, program tersebut sejalan dengan kebijakan Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang mendorong seluruh pelajar SD hingga SMP memiliki rekening.
“Jika anak-anak menyisihkan uang jajannya Rp2.000 setiap hari secara konsisten, itu akan membentuk kebiasaan yang luar biasa. Anak-anak Ambon harus menjadi generasi yang cerdas dan mandiri secara finansial,” katanya.
Ambon Raih Juara 1 Nasional Inklusi Keuangan
Dalam kesempatan itu, Bodewin juga menyampaikan keberhasilan Kota Ambon meraih Juara 1 Nasional Inklusi Keuangan, setelah mengungguli Kota Bandung dan Kota Cirebon sebagai finalis.
Ia menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkot Ambon, OJK, industri perbankan, serta masyarakat dalam memperluas akses dan literasi keuangan.
“Prestasi Juara 1 Nasional ini merupakan bukti nyata atas kerja keras bersama dalam membangun literasi dan inklusi keuangan yang merata,” ungkapnya.
Bodewin menegaskan, Pemkot Ambon akan terus memperluas program inklusi keuangan, termasuk mendorong digitalisasi pembayaran melalui penggunaan QRIS di masyarakat maupun lingkungan sekolah.
Ia berharap edukasi keuangan sejak dini dapat membentuk generasi muda Kota Ambon yang lebih disiplin, cerdas, mandiri, dan siap menghadapi perkembangan ekonomi digital. (LN-04)
















