lenteranusantara.co.id, Ambon — Deutscher Fanclub Ambon (DFA) resmi memiliki kepengurusan periode 2026–2030 setelah dilantik dan dikukuhkan di Auditorium DPRD Provinsi Maluku, Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Ambon, Sabtu (29/8/2026).
Komunitas yang menjadi wadah pendukung tim nasional sepak bola Jerman atau Die Mannschaft di Ambon tersebut diarahkan tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi para penggemar sepak bola, tetapi juga wadah yang mengedepankan sportivitas, persaudaraan dan kegiatan sosial.
Pelantikan kepengurusan DFA dihadiri Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, yang membacakan sambutan tertulis Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena. Kegiatan tersebut juga dihadiri tiga warga negara Jerman yang turut memberikan apresiasi terhadap semangat persaudaraan yang dibangun komunitas suporter tersebut.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Sapulette, Pemerintah Kota Ambon menyambut baik keberadaan DFA dan berharap komunitas tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan olahraga serta kehidupan sosial masyarakat.
Pemerintah Kota Ambon menilai kelompok suporter memiliki peran penting dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang aman, tertib dan penuh semangat. Karena itu, loyalitas terhadap tim yang didukung perlu berjalan seiring dengan sportivitas dan semangat menjaga persatuan.
DFA juga diharapkan dapat menjadi wadah positif yang memberikan energi bagi masyarakat sekaligus mendukung perkembangan olahraga di Kota Ambon.
Berbasis Pela Gandong dan Kegiatan Sosial
Ketua Umum DFA periode 2026–2030, Vithyu Lolkary, mengatakan pembentukan kepengurusan baru merupakan langkah untuk menata komunitas suporter Timnas Jerman di Ambon agar memiliki arah organisasi yang lebih terstruktur.
Menurutnya, kepengurusan DFA menggunakan sistem koordinasi bidang terpadu untuk mengakomodasi basis massa suporter yang cukup besar sekaligus mengarahkan kegiatan komunitas agar tertib dan memberikan manfaat sosial.
“Dukungan masyarakat Kota Ambon terhadap tim nasional sepak bola Jerman (Der Panzer) memiliki keunikan kultural yang telah mengakar puluhan tahun. DFA didirikan bukan hanya untuk euforia saat turnamen berlangsung, melainkan sebagai wadah keluarga besar yang berpegang teguh pada sportivitas, persaudaraan khas Maluku (Pela Gandong), serta aktif dalam kegiatan sosial masyarakat di Ambon,” tutur Vithyu.
Ia menegaskan, keberadaan DFA tidak hanya berorientasi pada kegiatan menonton pertandingan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antarsuporter serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Kehadiran Warga Jerman Jadi Simbol Persahabatan
Sekretaris Umum DFA, Alfred Tutupary, menilai kehadiran tiga warga negara Jerman dalam acara pelantikan menjadi simbol bahwa olahraga, khususnya sepak bola, dapat menjadi jembatan hubungan antarmasyarakat dari latar belakang negara dan budaya yang berbeda.
“Kehadiran tiga rekan kita warga negara Jerman hari ini membuktikan bahwa cinta sepak bola dapat menghubungkan bangsa-bangsa. Melalui kepengurusan DFA periode 2026–2030 ini, kehadiran kami diharapkan dapat membawa dampak positif bagi para fans Jerman, juga dapat bersinergi dengan Pemkot Ambon khususnya dan Pemerintah Maluku pada umumnya,” kata Alfred.
Ia berharap keberadaan DFA dapat menjadi ruang persahabatan yang hangat bagi para pendukung Timnas Jerman di kawasan Timur Indonesia.
“Semoga Elang Jerman memiliki sarang yang hangat di Timur Indonesia,” tandasnya.
Susunan Pengurus DFA 2026–2030
Pelindung: Hj. Rohani Vanath
Penasehat/Pengarah: Ongen Go, Andre Pattiasina, Ay Langkeng, Yani Salampessy
Pembina: Bastian Tuhuteru, June Clara Nanariaian, Henny Kadin, Whan Lestaluhu, Ophand Al Marssy Tuhepaly, Aidin Abuhaer, Rahma Faizal
Ketua Umum: Vithyu Lolkary
Wakil Ketua Bidang Komunikasi Eksternal: Yunus Y. A. Imsula
Wakil Ketua Bidang Operasional dan Aksi: Yuvian Pelettimu
Wakil Ketua Bidang Internal dan Logistik: Lily Nuhuyanan
Sekretaris Umum: Alfred Tutupary
Sekretaris I: Jordan Etwiory
Sekretaris II: Essy Knyarilay
Bendahara Umum: Lenda Luhulima
Bendahara I: Sherley Markoes
Bendahara II: Patrick Tuarisa
Dari Komunitas Fans Menjadi Wadah Bersama
DFA didirikan pada Juni 2026 oleh sejumlah penggagas komunitas penggemar Timnas Jerman di Ambon, di antaranya Vithyu Lolkary dan Alfred Tutupary.
Komunitas tersebut dibentuk untuk menyatukan basis suporter Die Mannschaft yang tersebar di Kota Ambon dan sejumlah wilayah di Maluku.
Sebelum dikukuhkan secara resmi, DFA telah menjalankan sejumlah kegiatan yang melibatkan anggota dan masyarakat. Selain menggelar nonton bareng pertandingan Timnas Jerman, komunitas ini juga melaksanakan family gathering, senam zumba, turnamen futsal, bazar untuk penggalangan dana serta berbagai aksi solidaritas sosial.
Filosofi Logo DFA
Logo DFA memadukan simbol sepak bola Jerman dengan unsur budaya Maluku. Burung elang hitam atau Bundesadler dan bola sepak melambangkan kekuatan, mentalitas juara dan kecintaan terhadap sepak bola.
Pijakan gendang tifa merepresentasikan budaya Maluku sekaligus semangat suporter melalui yel-yel dan chants. Sementara ukiran cengkeh dan pala menggambarkan kekayaan rempah-rempah Maluku serta semangat persaudaraan.
Elemen jembatan Merah Putih dan perahu kora-kora dimaknai sebagai simbol persatuan, konektivitas dan semangat perjuangan. Perpaduan warna hitam, merah dan emas dengan corak tenun ikat lokal menjadi gambaran akulturasi budaya Jerman dan Maluku.
Melalui kepengurusan baru tersebut, DFA diharapkan tidak berhenti sebagai komunitas pendukung sepak bola, tetapi berkembang menjadi wadah persaudaraan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi olahraga, budaya dan kehidupan sosial masyarakat di Ambon. (LN-04)











