lenteranusantara.co.id, Ambon — Turnamen mancing yang digelar Anyer Community di kawasan perairan Teluk Ambon, Sabtu (29/8/2026), tidak hanya menjadi ajang menyalurkan hobi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan laut.
Turnamen yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-451 Kota Ambon itu diikuti 343 peserta. Mereka berasal dari berbagai daerah, baik di Maluku maupun sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat membuka kegiatan di Pantai Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang positif bagi masyarakat sekaligus sarana membangun kepedulian terhadap kondisi lingkungan, khususnya Teluk Ambon.
Menurut Bodewin, Kota Ambon memiliki kekayaan alam yang harus dijaga bersama. Teluk Ambon, kata dia, bukan hanya menjadi bagian dari keindahan kota, tetapi juga memiliki potensi sumber daya ikan yang penting bagi masyarakat.
“Melakukan kegiatan ini bersama Anyer Community tidak hanya untuk mengingatkan kita bahwa Tuhan memberikan kekayaan alam yang luar biasa bagi kita di Kota Ambon. Teluk Ambon yang indah ini diberikan Tuhan bagi kita tidak saja untuk kita nikmati, tetapi mesti kita jaga, rawat, dan pelihara,” ujar Bodewin.
Ia juga menyoroti persoalan sampah yang masih ditemukan di kawasan perairan Teluk Ambon. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu ekosistem laut dan mengancam keberadaan sumber daya ikan.
“Jangan sampai nanti ketika kita turun memancing, yang kita dapatkan bukan ikan yang banyak, tetapi sampah yang banyak. Sampah seperti pampers dan kantong plastik yang dibuang oleh orang-orang yang belum sadar menjadi pelajaran bagi kita,” katanya.
Karena itu, Bodewin mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, terutama kawasan pesisir dan perairan Teluk Ambon.
“Mari kita menjaga Teluk Ambon ini,” ajaknya.
Selain aspek lingkungan, Bodewin menyebut turnamen mancing dapat menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan memberikan suasana positif dan kegembiraan bagi warga dalam menyambut HUT ke-451 Kota Ambon.
Ia menegaskan, peringatan hari ulang tahun Kota Ambon tidak sekadar menjadi penanda bertambahnya usia kota, tetapi juga momentum bagi masyarakat untuk bersyukur dan mengambil bagian dalam pembangunan.
“HUT Kota Ambon ke-451 mesti membuat seluruh warga Kota Ambon bergembira. Kita bergembira karena bertambah usia, tetapi juga bergembira karena kita semua hidup di kota yang kita cintai ini. Mari berbuat yang terbaik,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Brian Mailuhu, melaporkan dari total 343 peserta, sebanyak 316 orang merupakan peserta dari Kota Ambon.
Peserta lainnya berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Seram Bagian Timur (SBT), Kepulauan Tanimbar, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara, hingga Papua.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan bahwa turnamen mancing tidak hanya menjadi kegiatan komunitas, tetapi juga memiliki potensi memperkenalkan Teluk Ambon dan Kota Ambon kepada masyarakat dari luar daerah. (LN-04)















