Lenteranusantara.co.id, MBD – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Maluku, Suanthie John Laipeny ajak seluruh masyarakat mendukung proses pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Klis, Kecamatan Moa, Kabupaten MBD.
“Ini program strategis pemerintah yang sangat bermanfaat bagi masa depan generasi Indonesia dan khususnya generasi kita yang ada di MBD,” tandas putra Babar ini usai peletakan patok batas tanah sebagai dasar proses pembangunan SR di Desa Klis, Kecamatan Moa, Kabupaten MBD, Senin (19/1).
Lanjut Laipeny, dirinya berupaya dengan kapasitas yang dimiliki sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan KKT dan MBD, agar masyarakat di KKT dan MBD itu hidup bahagia.
“Yang saya bisa lakukan akan saya lakukan. Yang penting masyarakat bahagia. Apalagi untuk masa depan generasi kita,” akunya sembari mencontohkan, kegiatan-kegiatan kecil yang dilakukan dengan berbagi ke sekolah, di TK atau PAUD dengan membantu peralatan belajar anak. “Waktu saya ketemu dengan para guru dan anak-anak kemudian serahkan bantuan dan melihat mereka senyum dan bahagia, hati saya juga sangat senang dan ada rasa kepuasan tersendiri bagi saya,” ungkap Laipeny kepada lenteranusantara.Co.Id di penginapan Tiakur Beach, Selasa (20/1).
Karena itu, kata Laipeny, selama kita bisa berbuat baik mari kita buat baik. Dengan dukungan pemerintah dan seluruh masyarakat untuk pembangunan SR di Desa Klis maka kita sudah memberikan dampak dan manfaat yang baik bagi generasi penerus kita.
“Tidak usah berpolemik. Mari kita bersama membangun Kabupaten MBD dan lebih khusus membangun generasi penerus kita. Sebab hadirnya Sekolah Rakyat ini bukan hanya berdampak bagi pendidikan anak-anak kita, tetapi juga berdampak dari sisi ekonomi masyarakat,” harap sang Kopral, julukan Presiden Prabowo bagi Laipeny.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku, Djalaluddin Salampessy, usai peletakan batu penjuru pembangunan SR di kesempatan yang sama mengatakan dirinya sangat senang dengan respon pemerintah daerah dan pemerintah kecamatan serta pemerintah Desa dengan masyarakat di Moa yang sangat mendukung program Sekolah Rakyat.
“Saya senang semua mendukung. Dan memang ini program yang sangat strategis sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres). Saya berharap agar Pemerintah Daerah bisa mendata seluruh anak sekolah yang berpotensi untuk masuk ke SR. Yah, di sini mungkin ada yang putus sekolah atau tidak bersekolah. Dengan hadirnya SR bisa menjawab kebutuhan pendidikan mereka,” ungkap mantan pejabat bupati Buru.
Selain itu, Salampessy juga sudah menyampaikan kepada Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach untuk berkoordinasi dengan BPN terkait lahan pembangunan. Menurutnya, rencana pembangunan Sekolah Rakyat membutuhkan lahan hingga 8 hektare dan mestinya didukung dengan administrasi pertanahan.
”Saya sudah sampaikan juga ke Pak Bupati terkait tanah, dikoordinasikan dengan BPN. Dan kebetulan BPN juga sudah ada di Moa, dan Pak Bupati sudah pastikan untuk itu,” terangnya.
Senada dengan Laipeny, Salampessy juga berharap dukungan dari masyarakat MBD untuk setiap program pemerintah ke depan. “Saya setuju dengan yang disampaikan Pak Laipeny. Semua untuk kepentingan masyarakat. Jadi mari kita dukung,” tandas mantan pejabat bupati SBT.
Untuk diketahui, Peletakan patok batas tanah pembangunan SR di Desa Klis, Senin (19/1) oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku, Djalaluddin Salampessy, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Suanthie J. Laipeny, Sekretaris Daerah Kabupaten MBD, Eduard Davidz, Camat Pulau Moa, Pemdes dan BPD Klis, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, para pemilik lahan dan masyarakat lainnya. (LN-02)












